Harga emas naik lebih dulu, lalu Bitcoin menyusul. Sejarah menunjukkan rotasi modal ini sering picu bull run kripto.

Liputan6.com, Jakarta – kerap menjadi aset yang bergerak lebih dulu saat ketidakpastian global meningkat. Namun setelah reli emas mereda, giliran yang biasanya mencuri perhatian. Pola ini kembali disorot analis Michaël van de Poppe, yang menilai reli terbesar Bitcoin sering terjadi setelah emas menyelesaikan kenaikan utamanya.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (5/1/2026), dalam analisis terbarunya, van de Poppe membagikan grafik perbandingan yang menunjukkan beberapa periode historis ketika emas menembus rekor tertinggi, lalu bergerak mendatar. Tak lama setelah itu, Bitcoin justru mencatatkan lonjakan harga signifikan.

Menurutnya, emas dan Bitcoin bukanlah aset yang saling bersaing secara langsung. Keduanya justru bergerak berurutan, mencerminkan perubahan perilaku modal global saat tekanan makroekonomi meningkat.

Advertisement

Pola Rotasi Modal di Masa Lalu

Van de Poppe mencontohkan periode 2016–2017. Saat itu, harga emas lebih dulu mencapai puncak dan kemudian bergerak sideways. Setelah fase tersebut, Bitcoin memasuki bull run besar yang menjadi penentu siklus kripto kala itu.

Pola serupa kembali muncul pada 2020. Emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, lalu mengalami konsolidasi. Tidak lama berselang, Bitcoin memulai fase kenaikan multi-tahun yang signifikan.

Dalam kedua periode tersebut, transisi terjadi setelah emas menyerap modal defensif. Ketika risiko mulai berkurang, investor secara bertahap memindahkan keuntungan ke aset berisiko lebih tinggi, termasuk kripto.

 

Sinyal dari Pergerakan Terkini

Data terbaru menunjukkan emas kembali berada di level tertinggi dan mulai terlihat jenuh beli. Secara historis, fase ini sering diikuti aksi ambil untung, bukan kelanjutan reli agresif.

Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rotasi modal. Van de Poppe menegaskan, ini bukan sekadar peluang untuk Bitcoin semata, melainkan sinyal pergeseran makro yang lebih luas, di mana likuiditas berpindah dari aset safe haven ke pasar yang berorientasi pertumbuhan ketika selera risiko kembali meningkat.

Dalam konteks ini, pemulihan harga kripto besar seperti Ethereum yang kembali menembus USD 3.100 turut memperkuat sentimen bahwa pasar mulai memasuki fase baru.

 

Advertisement

Peluang Krusial untuk Kripto

Van de Poppe memperkirakan 1,5 hingga 2 tahun ke depan bisa menjadi periode penting bagi Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan, jika pola historis kembali terulang.

Kekuatan emas yang diikuti konsolidasi sebelumnya justru menandai awal fase ekspansi kripto, bukan akhir dari siklus.

Kesimpulan dari grafik tersebut cukup jelas:Emas biasanya bergerak lebih dulu, tetapi Bitcoin secara historis mencatatkan kenaikan yang lebih besar ketika rotasi modal benar-benar dimulai.

Seperti disampaikan van de Poppe, siklus kali ini bukan soal performa satu aset semata, melainkan tentang ke mana arah aliran modal global berikutnya.

Advertisement

Rekomendasi

Advertisement

Advertisement

Search

About

Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown prmontserrat took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown prmontserrat took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged.

Categories

Gallery